Jumat, 30 November 2012

materi PAI kelas XI semester 1



BAB I: Surah Al-Baqarah 2: 148 , dan Surah Fatir 35: 32

Surah Al-Baqarah 2: 148

Terjemahan:

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada Hari Kiamat). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Isi kandungan:

a)     Setiap umat, kaum atau bangsa memiliki kiblat mereka tersendiri berupa syariat dan falsafah hidup yang mereka jalani.
b)   Setiap umat hendaknya menggunakan akal dan segenap kemampuannya untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan agama yang sempurna.
c)    Penegasan Allah SWT bahwa setiap umat manusia akan dikumpulkan pada Hari Kiamat kelak.

Surah Fatir 35: 32

Terjemahan:

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba Kami,  lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”

Isi kandungan:
a)      Allah SWT mewariskan kitab suci Al-Qur’an kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, yaitu umat Islam.
b)      Sikap umat Islam dalam menyikapi  Al-Qur’an terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang menganiaya diri mereka sendiri (lebih banyak berbuat kejahatan daripada berbuat kebaikan), kelompok pertengahan (kejahatan dan kebaikannya sebanding), dan kelompok yang lebih dahulu berbuat kebaikan atas izin Allah (Lebih banyak berbuat kebaikan daripada berbuat kejahatan)

BAB II: Surah Al-Isra 17: 26-27, dan Surah Al-Baqarah, 2: 177

Surah Al-Isra 17: 26-27

Terjemahan:
          
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Isi kandungan:
a)      Perintah Allah SWT kepada manusia  agar memanfaatkan hartanya dengan benar dan larangan berbuat boros.
b)      Perintah Allah SWT kepada manusia untuk memenuhi hak (berdasarkan skala prioritas) keluarga  dan kerabat, fakir-miskin, dan orang-orang dalam perjalanan jauh). 

Surah Al-Baqarah, 2: 177

Terjemahan:

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang membutuhkan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) ; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Isi kandungan:
            Kebajikan itu adalah iman yang benar. Ciri-ciri iman yang benar berdasarkan Surah Al-Baqarah, 2: 177 antara lain:
a)      Beriman kepada Allah, para Malaikat, Kitab-kitab, dan para Nabi
b)      Bersedekah / Berinfak
c)       Mendirikan salat dan menunaikan zakat
d)      Menepati janji dan senantiasa bersabar

BAB III: Iman kepada Nabi dan Rasul

Sifat-sifat Wajib                    
a)      Siddiq:  Benar di dalam tutur kata dan tingkah laku.                    
b)      Amanah: Wajib menunaikan amanah yang dipertanggungjawabkan kepadanya, dapat dipercaya.
c)       Tabligh: Wajib menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada seluruh manusia tanpa disembunyikan.
d)      Fatanah: Cerdik, pintar, bijaksana.

Sifat-sifat Mustahil   
a)      Kizib: Dusta.
b)      Khianat: Curang, menipu.               
c)       Kitman: Menyembunyikan wahyu.
d)      Baladah:  Bodoh.

Tanda-tanda Beriman kepada para Rasul dan Nabi Allah SWT:
1)      Mempercayai bahwa rasul/nabi adalah manusia-manusia pilihan Allah yang diutus untuk menyampaikan wahyu Allah.
2)      Mempercayai bahwa para rasul wajib memiliki sifat yang terpuji (lihat sifat-sifat wajib),  juga memiliki sifat jaiz (manusiawi, misalnya butuh makan, minum, dan istirahat), dan mustahil bersifat tercela (lihat sifat-sifat mustahil).
3)      Memperayai bahwa diantara para nabi dan rasul ada 5 orang yang termasuk ulul azmi, yang mempunyai kesabaran dan ketabahan yang luar biasa. Yang termasuk ulul azmi ialah Nabi Muhammad SAW, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Nuh AS.
4)      Mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penutup seluruh nabi dan rasul yang bertugas menyempurnakan ajaran rasul-rasul sebelumnya.

Contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT:
1)      Mentaati risalah.
2)      Melaksanakan seruan Rasulullah untuk beribadah hanya kepada Allah.
3)      Rajin bekerja mencari rezeki yang halal.
4)      Mempunyai sikap tolong-menolong dalam kebaikan dan menjauhi sifat aniaya (terutama  terhadap sesama muslim).
5)      Melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas hidup ke arah yang lebih baik.
SUMBER: http://duabelasipasatulabsky.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar